Ketika J Sama Dengan G

Januari 13, 2008 at 10:13 pm 2 komentar

Pagi itu, aku masih duduk di bangku SMA I Godong atau lebih familiar dengan sebutan SMA Mrapen, karena di samping kirinya ada objek wisata Api Abadi Mrapen. Aku masih kelas tiga, akan tetapi aku sudah dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan, kecuali mata pelajaran Bahasa Inggris aku dapat nilai 5. Saat itu juga, saat yang banyak dinanti orang, karena hari itu merupakan pengumuman lolos tidaknya kita dalam SPMB tahun 2005. Aku pun segera berbegas menuju loper koran di Gubug untuk membeli surat kabar. Nsaat itu, surat kabar yang memuat pengumuman SPMB adalah Kedaulatan rakyat terbitan Yogyakarta. Setelah beberapa menit mencari dan memcari, akhirnya aku menemukan nama yang tak asing lagi di telingaku, siapa lagi kalau bukan namaku Muji Sasmito.

 

***

Setelah tahu diterima aku registrasi dan lain-lain, aku pun resmi diterima sebagai mahasiswa di Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Di rumah, aku mencatat semua nama yang diterima satu jurusan denganku. Ada Angga Sampoerna, Sugeng Basuki, Mugi rahayu, di bawah namaku ada Efendi Fitriyawan.

 

***

Singkat cerita, aku sudah mulai kuliah, sengaja aku lewatkan ceita di moment-moment susah senangnya Ospek waktu itu namanya OKKA. Dari cari tugas, kenalan dengan teman baru satu kelompok dan lain-lain. Karena tak ada hal yang menarik saat aku alami hal itu. Kuliah pertamaku hari senin, aku dan teman seklasku mulai masuk kelas karena dosen yang bersangkutan mulai kelihatan batang hidungnya naik tangga dan menuju kelas kami.

Selamat pagi, saudara-saudara.” Dosen itu menyapa kami.

Selamat pagi, pak.” Kami membalasnya.

Lalu kami disuruh memperkenalkan diri satu persatu. Kami pun berdiri bergantian. Kami menyebutkan nama dan alamat asal kami masing-masing.

 

***

Seiring waktu berjalan, kami pun mulai akrab satu sama lain. Semuanya mempunyai soulmate masing-masing. Maksudnya mempunyai teman bicara masing-masing, kecuali aku. Hal itu karena aku ngekost paling jauh dari peradaban anak-anak FBS yang kebanyakan kost di Banaran. Sedangkan aku di Sekaran, pusat keramaian dari kampus Unnes. Sampai suatu ketika, ada salah seoarang temanku nyeletuk…

Hai, Ji. Kamu saudaranya Mugi ya?” dengan ekspresi muka orang yang tak punya salah.

Maksudnya?” aku menjawab keheranan.

Ya, abis namanya mirip sih.. Muji sama Mugi. Kan Cuma beda huruf J sama G saja.” Anak itu melanjutkan.

Spontan semua orang di ruang itu tertawa terbahak-bahak. Aku dan Mugi Cuma bisa nyengir sinis.

 

***

Aku dan Mugi pun menganggap itu hanya angin lalu dan guyonan ala mahasiswa saja. Sampai suatu saat, di waktu mata kuliah Teori Pembelajaran kalau tak salah. Dosen pengampu mata kuliah itu menerangkan kuliahnya dengan biasa. Hingga dia mengambil presensi dan memanggil salah satu nama kami.

Yang bernama Muji ada?” dosen itu berkata.

Iya, bu.” Aku menjawab.

Coba kamu jawab pertanyaan nomer satu.” Dengan menunjukkan tangannya kepadaku.

Aku pun berpikir sejenak, dan mengutak-utik, membuka-buka buku paket itu. Akhirnya aku pun menyerah dan berkata…

Saya belum bisa, bu!” aku memelas.

Bu, mungkin saudaranya bisa!” yayan nyeplos dengan enaknya.

Aku mulai gelisah dan perasaanku tak enak.

Memang saudaranya siapa?” dosen itu mejawab.

Mugi, bu. Ha ha ha...”. Yayan melanjutkan.

Oh, satu kelas terbahak semua. Dalam hati aku berkata kenapa ini harus terjadi.

 

***

Dari hari ke hari dari kuliah ke kuliah, kejadian itu pasti menimpaku. Dari disebut saudaranya Mugi sampai nama belakang kami ditukar satu sama lain, hingga nama kami yang semula Muji Sasmito dan Mugi Rahayu menjadi Muji Rahayu dan Mugi Sasmito. Oh ya, perlu diketahui Mugi itu cewek yang tambah membuat aku semakin malu.

 

***

Kejadian itu berlangsung sampai sekarang, sampai aku duduk di semester 5 tahun 2007. Jadi peristiwa ini sudah berlangsung dua tahun. Mungkin peristiwa ini bisa disebut adat istiadat bukan peristiwa lagi. Dan di semester ini juga puncak dari semua malu ini. Saat itu aku bertiga bersama temenku Awang dan Fendi mencari tugas buat esok harinya. Seperti biasa kami berkeliling dari kost ke kost lain untuk mencari tugas. Mungkin contekan atau copy paste lebih tepat. Kami pun menuju ke kostnya Mugi. Seampainya di kost itu. Aku yang disuruh masuk dan bertanya keberadaan Mugi di kost.

Mbak, maaf Muginya ada?” aku bertanya ke salah seorang cewek di kost itu.

Oh, mbak Muginya lagi gak ada eh mas!” cewek itu menjawab dengan logat Indonesia yang medok.

Ya udah, mbak makasih.” Aku pamitan

Eh, masnya namanya siapa?” cewek itu bertanya lagi.

Tanpa rasa berdosa dan lugu aku pun menjawab “Muji mbak!”.

Hah, Muji????” cewek itu keheranan.

Ha ha ha hi hi hi?!??!!!#%”

Spontan seisi kost itu tertawa terbahak-bahak mendengar namaku yang hampir sama dengan Mugi.

Oh kenapa aku tak ingat adat istiadatku sendiri. Aku langsung lari keluar dari kost jahannam itu. Huh, aku berkata-kata dalam hati.

Semua ini gara-gara mitos huruf J sama dengan G.” Dengan muka kesel.

Kekesokan harinya, di kampus cerita itu tlah menyebar di telinga teman-temanku. Tiap kali bertemu aku pasti teman-temanku terawa dan mengejek. Oh Tuhan kapan semua ini akan berakhir. Semua ini membuat aku ingin cepat-cepat lulus.

Entry filed under: Daily. Tags: .

Menurutmu? Pindah ke mujisas.com

2 Komentar Add your own

  • 1. ayu  |  Februari 15, 2008 pukul 11:12 am

    Klo sodaraan sama cewe gak apa2 donk Ji.. Hehehe.. anggep aja mereka perhatian sama kamu kan🙂

    Balas
  • 2. bye  |  Februari 29, 2008 pukul 2:20 am

    saya anak sastra nusantara UGM. bisa minta tolong bantu penelitian saya tidak?
    tentang api abadi mrapen?
    ini demi tradisi nusantara?
    kalo bisa hub saya segera?
    saya tuggu?
    no hp saya 085641041227

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 4,480 hits

%d blogger menyukai ini: